Postingan

BLENDED LEARNING?!

Gambar
      Pembelajaran Tatap Muka sudah berjalan sekitar dua minggu sejak di postnya konten ini. Tapi, apakah semuanya berjalan sesuai dengan harapan? Berdasarkan data kemdikbud, tak lama setelah PTM berlangsung sudah ada ribuan cluster sekolah bermunculan di Indonesia. BAB I PENDAHULUAN     Apa yang menyebabkan ini terjadi? entahlah, kemungkinan besar ya karena pelanggaran protokol kesehatan. Padahal, sebelum PTM berlangsung KPAI sudah mengatakan hampir 80% sekolah di Indonesia siap melaksanakan PTM. Tapi ternyata, dari angka itu justru ada ribuan sekolah yang terjangkit COVID-19.     Meskipun demikian, poin yang ingin saya bahas adalah bagaimana penerapan PTM yang semestinya? karena, kunci dari keberhasilan pelaksanaan PTM adalah bagaimana sekolah memanajemen sistem ketika belajar secara tatap muka sekaligus dengan sistem pembelajaran secara online. Karena, dalam praktiknya justru hampir sebagian besar orang tua belum mengizinkan anaknya untuk belaj...

GLOBAL WARMING VS CLIMATE CHANGE, WHAT ARE THE DIFFERENCES?

  PERBEDAAN PEMANASAN GLOBAL DENGAN PERUBAHAN IKLIM Mungkin ini sepele yah, tapi kalo kita kesulitan membedakan dua Istilah ini tentu akan membingungkan kita untuk turut berkontribusi “menyelamatkan masa depan anak-cucu” kita. Jadi begini… ASPEK         GLOBAL WARMING CLIMATE CHANGE Penyebab Efek Rumah Kaca yang berlebihan. Tetapi Efek rumah kaca sendiri merupakan sistem alami dari atmosfer bumi itu sendiri untuk menghangatkan permukaan bumi. Gaya hidup manusia yang modern. Pencemaran udara, tanah, dan air oleh manusia. Gejala Terjadi peningkatan suhu rata-rata bumi. Sulitnya memprediksi keadaan cuaca suatu wilayah. Akibat Kenaikan volume air laut, mencairnya gletser di kutub, kebakaran lahan dan hutan, rusaknya great barrier reef, gelombang panas. Memiliki banyak kesamaan dengan akibat yang ditimbulkan dari pemanasa...

UNTUK KAMU YANG MERASA TERTINGGAL ☺

Gambar
Buat kamu yang saat ini sedang merasa tertinggal. Buat kamu yang saat ini sama sekali tidak dapat memenuhi resolusi di tahun 2020 ini, bahkan sampai penghujung tahun sekalipun. Buat kamu yang dipaksa oleh waktu untuk menghadapi tahun baru 2021 dengan sambil mengurangi angan-angan indah dan tinggi masa lalumu. Mungkin beberapa tahun lalu kamu memandang angan-angan itu begitu sempurna dan dapat kamu raih dengan mudahnya. Namun, realita selalu saja memberi kejutan dan uji. Penyesalan mungkin timbul, bermimpi tanpa perhitungan bagaikan ingin terbang tanpa sayap. Mungkin saat ini kamu men-cap dirimu begitu bodoh. Sementara lingkar pertemananmu sudah tidak sepertimu. Temanmu sudah kuliah, kamu belum. Adikmu sudah bekerja, kamu belum. Adik sepupumu sudah menikah, kamu belum. Sahabatmu punya anak, kamu belum. Belum, belum, dan belum. Padahal, bisa jadi semua itu kamu inginkan terjadi pada tahun ini, tapi nyatanya belum. Banyak hal yang di luar rencana, banyak hal yang tak terperhitungkan terja...

MENGAPA NATAL SELALU IDENTIK DENGAN SALJU?

Gambar
MENGAPA SALJU? Jika diceritakan sebenarnya akan berkaitan dengan sejarah eropa dengan identitas agama tertentu di sana. Saat itu, eropa begitu sangat berkembang, sehingga dapat memengaruhi hampir sebagian besar budaya penduduk bumi. Perayaan natal yang fokusnya pada kelahiran Yesus Kristus, dirayakan dengan penuh sukaicta oleh warga eropa saat itu yang terjadi pada musim dingin, yaitu saat turun salju. Maka dari itu, Natal hingga saat ini pun identik dengan salju. Karena spirit Natal yang berkiblat pada eropa begitu amat kuat dan hidup hingga saat ini dibelahan dunia manapun. Sekarang kang guru mau sharing 6 funfact yang berhasil didapat mengenai salju dari kacamata sains, semoga dapat menambah wawasan andik ya! 6 FUNFACT TENTANG SALJU (DARI KACAMATA SAINS) 1)      Selalu berbentuk Segi Enam (Hexagonal) Setidaknya ada 3 kategori bentuk salju, yaitu needles (helai rambut), plates (datar), dan columns (tabung). Kemungkinan satu salju berbentuk sama dengan salju...

Belajar dari COVID-19 di Penghujung 2020

Gambar
Halo teman-teman sobat pendidik. Apa kabar kalian semuanya? Semoga kita semua masih diberikan rahmat kesehatan dan rejeki yang cukup. Sehingga saya diizinkan dapat menyelesaikan tulisan ini, dan sobat-sobat pendidik masih bisa diperkenankan membaca tulisan ini. Tak terasa ya, kurang lebih 1 bulan lagi kita akan menghadapi tahun yang baru. Rasa-rasanya, tepat satu tahun lalu saya mulai mem- follow up berita tentang COVID-19 di wuhan saat itu. Berita-beritanya sangat heboh, sampai ada banyak orang tumbang di jalan-jalan dan tempat umum. Ngeri… Pada saat itu saya sempat mebayangkan, bagaimana jika virus ini sampai di Indonesia? Berita-berita tentang cepatnya penyebaran virus CoV-SARS-2 sudah berhasil meresahkan saya. Berbagai macam spekulasi pemikiran-pemikiran saya mulai bermunculan. Bagaimana jika sebenarnya virus ini telah ada di Indonesia? Karena memang Indonesia memiliki banyak sekali “pintu masuk” dari berbagai penjuru dunia untuk mau datang ke sini. Lalu bagaimana jika, Negara kit...

Mengapa GURU?

Menjadi seorang guru, bukanlah cita-cita saya sejak kecil. Saya terbiasa pada hal-hal yang sangat wah, memukau, dan membuat saya takjub. Namun, perjalanan hidup ini memang sama sekali tidak bisa ditebak. Sepanjang kehidupan kita akan dipertemukan oleh (katakanlah) bumbu-bumbu yang mampu membuat kita terperangah, bahkan memberontak dalam hati, mempertanyakan keadilan dalam hidup ini. Memang harus saya akui, sejak kecil saya hidup serba dalam kecukupan, bermain didampingi babysitter saat berumur balita hingga kanak-kanak, di saat bapak-ibu kami tidak sedang berada dengan kita, saya berseta saudara-saudara selalu ditemani babysitter. Akhirnya saya tumbuh menjadi anak yang manja dan egois, apapun yang saya inginkan haruslah dikabulkan. Meskipun demikian, orang tua dengan segala "tipu daya"-nya berhasil meredam rengekkan saya agar bisa tenang dan diam kembali. Sejak kecil ketika pertama kali ditanya, "Apa cita-citamu?" dengan lantang dan tegas saya menjawab, ...

Gadget Oh Gadget

Suatu hari saya harus kembali ke kampung halaman, meski tidak semua orang setuju dengan pernyataan "kampung halaman" untuk sebuah tempat yang bernama kota bekasi. Awal tahun 2015 saya pulang ke rumah untuk menunaikan tugas negara; bayar pajak motor. Waktu itu hari jumat, karena sampai di rumah sudah larut malam, maka saya coba datang ke samsat hari esok hari. Selama beberapa hari di kota bekasi, ternyata sudah banyak sekali perubahan yang terjadi relatif saat waktu saya tinggal di sana saat masa sekolah. Saudara, jika dulu saya diminta orang tua barang membeli rokok di sebuah warung, pasti hanya bermodalkan sandal untuk jalan kaki barang beberapa blok dari rumah. Tapi sekarang, pernah terperhatikan oleh saya, seorang anak yang dimintai ayahnya memotokopi yang hanya 5 blok dari rumahnya saja harus menunggangi sepeda motor. Jika dulu saya berjalan-jalan kaki dengan satu atau dua orang teman, maka saya akan sangat senang berjalan sambil mengobrol dan memperhatikan situasi saat...