MENGAPA NATAL SELALU IDENTIK DENGAN SALJU?

MENGAPA SALJU?

Jika diceritakan sebenarnya akan berkaitan dengan sejarah eropa dengan identitas agama tertentu di sana. Saat itu, eropa begitu sangat berkembang, sehingga dapat memengaruhi hampir sebagian besar budaya penduduk bumi. Perayaan natal yang fokusnya pada kelahiran Yesus Kristus, dirayakan dengan penuh sukaicta oleh warga eropa saat itu yang terjadi pada musim dingin, yaitu saat turun salju. Maka dari itu, Natal hingga saat ini pun identik dengan salju. Karena spirit Natal yang berkiblat pada eropa begitu amat kuat dan hidup hingga saat ini dibelahan dunia manapun. Sekarang kang guru mau sharing 6 funfact yang berhasil didapat mengenai salju dari kacamata sains, semoga dapat menambah wawasan andik ya!

6 FUNFACT TENTANG SALJU (DARI KACAMATA SAINS)

1)     Selalu berbentuk Segi Enam (Hexagonal)






Setidaknya ada 3 kategori bentuk salju, yaitu needles (helai rambut), plates (datar), dan columns (tabung). Kemungkinan satu salju berbentuk sama dengan salju lainnya adalah 1 : 1 juta triliun, hampir tidak ada. Sedangkan, pada buku Snow Crystals,  W. A. Bentley, W. J. Humphreys, disebutkan terdapat 2453 ilustrasi bentuk salju. Namun demikian, polanya akan selalu segi-enam. Hal ini karena karateristik dari air saat mengkristal. Agar dapat mencapai kesetimbangan, molekul-molekul air saat membentuk ikatan Kristal secara alami akan berbentuk pola heksagonal.


2)     Warnanya bukan putih



Warna salju sebenarnya adalah transparan atau bening. Warna putih yang kita lihat kasat mata hanyalah hasil transmisi gelombang cahaya saja. Bahkan bisa terlihat biru, karena tumpukan salju dapat menyerap gelombang cahaya merah-jingga, sehingga gelombang cahaya birulah yang dipantulkan dan masuk ke dalam mata kita.

3)     Jika diinjak, menjadi Es yang sangat licin



Salju adalah isolator panas yang sangat ideal. Akibatnya, ketika diinjak dengan tekanan dari kaki kita, tidak mudah mencair akibat panas. Justru dia akan membuat volumenya menyusut hingga menjadi es yang licin. Inilah sebabnya, mengapa saat tanah bersalju tebal, wajib menggunakan sepatu dengan permukaan alas yang sangat kasar.

4)     Suhu udara relatif hangat saat turun salju



Suhu udara justru akan terasa jauh lebih dingin saat salju telah turun dan menutupi permukaan tanah. Saat salju turun, lapisan tanah masih belum tertutupi salju, sehingga udara masih dapat menerima panas dari bumi. Sedangkan, jika sudah tertutup salju, panas dari bumi akan terhambat secara dramatis, sehingga suhu udaranya akan sangat dingin ketimbang saat salju masih turun.

5)     Salju di Indonesia habis di 2025



Menurut BMKG salju (es) abadi terakhir di puncak gunung jayawijaya, papua, diprediksi akan habis pada tahun 2025. Hal ini tentu akibat dampak dari pemanasan global, yang rata-rata kenaikan suhu per-tahunnya semakin meningkat. Dalam 1 dekade terakhir, dari 0,6 oC menjadi 1 oC.

6)     Salju tidak turun saat Natal di Australia



Yap, hal ini karena kondisi geografis Australia yang berada di wilayah bumi bagian selatan. Pada bulan desember-februari, justru Australia akan mengalami musim panas. Sehingga tidak memungkinkan salju turun di sana. Salju hanya turun pada wilayah bumi bagian utara (subtropics), seperti eropa, rusia, jepang, amerika, dll. Bumi bagian selatan saat bulan desember sedang berada pada titik terdekatnya dengan matahari, dan memiliki waktu siang yang lebih lama daripada waktu malam sehingga yang terjadi adalah musim panas.

Demikian yang dapat kang guru share, semoga bermanfaat. Dan SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU 2021, hadapi penuh sukacita sekalipun di tengah kondisi pandemi. Tuhan akan selalu ada untuk kita semua.


Sources:

Articles:

Snow Crystals (2435 Illustrtations). W.A. Bentley, W.J. Humphreys. 2013. New York.

Riset Perubahan Iklim berdasarkan Lapisan Es (Gletser) Tropis di Pegunungan Puncak Jaya, Papua. Donaldi Pemana, PhD. 2018. Indonesia

The thermal conductivity of seasonal snow. Matthew Sturm, Jon Holmgren,Max König and Kim Morris.2017. Cambridge University

Theory of the optical properties of snow. Craig F. Bohren  Bruce R. Barkstrom. 1974. Journal of Geophysical Research


Websites:

https://www.idntimes.com/science/discovery/intan-deviana-safitri/7-fakta-menarik-tentang-salju-yang-perlu-kamu-tahu-c1c2/7

https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081205182233AAnOqmU

https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/27/120000069/salju-pengertian-karakteristik-proses-dan-manfaat?page=all

https://bobo.grid.id/read/081741355/ternyata-setiap-keping-salju-memiliki-bentuk-yang-berbeda-apa-sebabnya-akubacaakutahu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLENDED LEARNING?!

Kembalian

Belajar dari COVID-19 di Penghujung 2020