UNTUK KAMU YANG MERASA TERTINGGAL ☺


Buat kamu yang saat ini sedang merasa tertinggal. Buat kamu yang saat ini sama sekali tidak dapat memenuhi resolusi di tahun 2020 ini, bahkan sampai penghujung tahun sekalipun. Buat kamu yang dipaksa oleh waktu untuk menghadapi tahun baru 2021 dengan sambil mengurangi angan-angan indah dan tinggi masa lalumu. Mungkin beberapa tahun lalu kamu memandang angan-angan itu begitu sempurna dan dapat kamu raih dengan mudahnya. Namun, realita selalu saja memberi kejutan dan uji. Penyesalan mungkin timbul, bermimpi tanpa perhitungan bagaikan ingin terbang tanpa sayap. Mungkin saat ini kamu men-cap dirimu begitu bodoh. Sementara lingkar pertemananmu sudah tidak sepertimu.

Temanmu sudah kuliah, kamu belum. Adikmu sudah bekerja, kamu belum. Adik sepupumu sudah menikah, kamu belum. Sahabatmu punya anak, kamu belum. Belum, belum, dan belum. Padahal, bisa jadi semua itu kamu inginkan terjadi pada tahun ini, tapi nyatanya belum. Banyak hal yang di luar rencana, banyak hal yang tak terperhitungkan terjadi. Pertanyaanya, apakah kamu tertinggal? apakah kamu lambat? apakah ini semua kesalahanmu?

Saya cuma mau bilang. Enggak. Ini semua bukan kesalahmu.. kamu juga gak lambat, kamu gak bodoh, kamu juga gak gagal. Ini semua juga bukan nasib dan takdirmu. Kita hanya sedang berperan dalam rencana agung Tuhan. Sadar atau nggak sadar. Tuhan sedang mengambil alih jalan hidup kita. Rencana-Nya kadang bisa terpikirkan, tapi sering kali sangat tidak terpikirkan. Jauh lebih banyak dan lebih mudah manusia yang mengeluh pada pencipta-Nya, ketimbang mensyukuri apa yang dia dapatkan selama ini. Jika memang Tuhan mau saya menjadi orang bodoh di muka bumi, tetapi dapat menyelamatkan banyak orang dan memuliakan nama-Nya, bukankah hidup seperti itu udah sangat berarti?

Apakah usahamu kurang begitu kuat? nyatanya juga belum tentu juga. Bisa jadi, kamu adalah makhluk yang perkasa dari yang pernah dibayangkan. Namun tetap, hasilnya tidak sepadan dengan usaha teman-teman yang gak seberapa dari pada kamu. Nyatanya orang kuat tidak diukur dari apa yang telah didapat, melainkan dari seberapa banyak yang telah kamu relakan.

Atau.. apakah harapanmu terlalu tinggi? nyatanya enggak, setinggi dan serendah apapun harapan kamu, itu tetaplah hal yang belum kamu dapatkan saat berharap bukan? Saya adalah orang yang percaya, gak akan ada yang salah dari berharap, gak ada yang salah bagi kita untuk berkehendak sesuatu. Manusia pada hakikatnya memiliki kehendak bebas. Hanya saja, kita tidak hidup sendirian, hanya saja kita tidak sedang menjadi Tuhan. Maka akan selalu ada kompromi dan kompromi setiap saat, selalu ada pengorbanan.

Jadi, apa resolusimu di tahun 2021? melanjutkan resolusi 2020 yang tertunda? jelas. Mengurangi daftar mimpi-mimpimu? ya, bisa jadi kan. Tapi apapun resolusimu, yang terpenting dan utama ketika kamu menjalani hidup adalah, buatlah hidupmu berarti, baik bagi dirimu, bagi sesamamu, bagi penciptamu.



Saya pernah berkeliling di sekitar kompleks perumahan menggunakan sepeda motor. Jauh lebih sering menggunakan sepeda motor, daripada menggunakan sepeda. Ada sebuah jalan emperan sawah dan ladang yang sering saya lalui menggunakan sepeda motor. Namun suatu hari, saya mencoba melewati jalan itu menggunakan sepeda. Jauh lebih lambat dibanding menggunakan sepeda motor. Tapi, dari keterlambatan itu, saya menjadi lebih dapat menikmati pemandangan paduan ladang, sawah, dan pemandangan gunung indah. Semakin lebih lama saya mengayuh sepeda, malah semakin indah rasanya. Akhirnya, tanpa berpikir panjang saya malah ingin berhenti. Bahkan ingin lama menepi disitu, menghirup udaranya dalam-dalam, dan menghembuskannya pelan-pelan. Teman-teman.. bukankah itu indah? semua itu kita dapat dari keterlambatan kan? Jadi, mungkin fokus kita harus dirubah. Bukan lagi mengeluh akan ketidak-tercapainya angan-angan kita. Tapi harus lebih jauh lagi kita mensyukuri, karena barangkali, dibalik keterlambatan kita, ada hal-hal indah yang sama sekali luput dari pandangan kita, yang sama sekali tidak terpikirkan, bahkan bagi banyak orang.

-ttd

Ragil, Guru yang gak ngerti lagi musti ngapain di 2021.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLENDED LEARNING?!

Kembalian

Belajar dari COVID-19 di Penghujung 2020